Mar 02
LOCAL FOOD

Perkembangan Mobile Payment Terbesar di Asia

Sekarang, jika kita ingin membayar dengan jumlah besar, menggunakan telepon genggam saja pun bisa.

Pembayaran menggunakan telepon genggam, atau mobile payment semakin digemari. Sekarang, jika kita ingin membayar dengan jumlah besar, tidak harus membawa uang tunai yang memenuhi dompet. menggunakan telepon genggam saja pun bisa.  



Menurut statistik yang dikumpulkan International Data Corporation (IDC), pada 2017, transaksi mobile payment secara global diestimasi berjumlah sebesar 1 milyar dolar. Secara keseluruhan, mobile payment sudah diterapkan pada negara dengan pasar yang sudah matang (mature market), sedangkan di Asia, ada alasan unik yang mendukung pertumbuhan pesat pengguna mobile payment.

 

Di negara berkembang, efisiensi dan kemudahan penggunaan menjadi alasan utama menggunakan mobile payment. Pertumbuhan pengguna smartphone di Asia mencapai titik tertinggi pada 2016 lalu, seiring dengan penurunan harga smartphone dan semakin dipermudah penggunaannya. Ini membuat demografik pengguna smartphone meluas,  bukan hanya masyarakat kelas atas saja yang menggunakan smartphone. Hal ini meningkatkan demand untuk sistem pembayaran tanpa bank, yang mudah diakses untuk masyarakat menengah bawah, seperti di China, India, dan Indonesia, yang merupakan Negara dengan jumlah pengguna smartphone yang tinggi, namun infrastruktur perbankan-nya lebih tertinggal.

 

Menurut Growth Praxis, pasar bagi mobile payment di India bertumbuh lebih dari 15 kali lipat dari tahun 2012 sampai 2015. Jumlah transaksi dengan mobile payment mencapai jumlah 1,4 milyar USD. Sedangkan di tahun 2016, ada lebih dari 200 juta pengguna uang elektronik di India. Pertumbuhan pengguna mobile payment di India diestimasi meningkat penggunanya sebanyak 68%  per tahun. Pertumbuhan transaksi secara digital di Negara itu juga meningkat 40%.

 

Untuk konsumer di negara-negara yang infrastruktur pembayaran melalui kartunya sudah maju, ada tantangan untuk beralih ke mobile payment. Sedangkan, bagi negara yang infrastruktur perbankan dan pembayarannya tertinggal, lebih mudah untuk langsung beralih ke pembayaran mobile tanpa sebelumnya melakukan pembayaran melalui kartu, karena biaya untuk penggunaan mobile payment sama dengan pembayaranPOS (melalui kartu di gerai retail). Mobile payment juga sudah disetujui oleh pemerintah di negara-negara seperti India dan China untuk memfasilitasi financial inclusion, gerakan yang mempermudah akses perbankan untuk masyarakat. Hasilnya, pertumbuhan pengguna mobile payment meningkat pesat di daerah Asia-Pasifik.